Sahabat seiman dan sesurga, jika ingin menghasilkan sesuatu yang baik, maka mulailah dengan sesuatu yang baik juga. Hal ini tercermin dalam salah satu program di SMK Farmasi Muhamamdiyah Cirebon, yaitu Program Tadarus Pagi.
Pembiasaan dan pembentukan budaya tadarus pagi menjadi rutinitas bagi setiap pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik di SMK Farmasi Muhammadiyah Cirebon sebelum dimulainya jam pertama.
Mengapa? Karena harapannya dapat tertanam jiwa yang lebih islami dalam setiap individu serta ketenangan dan keteguhan hati sebelum menjalankan aktifiitas.
Dari Abu musa al asy’ari berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Permisalan orang yang membaca al quran dan mengamalkannya adalah bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mukmin yang tidak membaca alquran dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Orang yang munafik yang membaca al quran adalah bagaikan royhanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang munafik yang tidak membaca al-quran bagaikan hanzalah, rasanya dan baunya pahit dan tidak enak.” (HR. Bukhari no.5059).
Kegiatan tadarus pagi dipimpin oleh Guru yang mengampu Pelajaran Agama Islam selama kurang lebih 15 menit. Surat yang dibacakan adalah surat yang termasuk dalam Juz 30 dengan bergiliran setiap harinya tidak lebih dari 3 surat.
Pembiasaan ini juga dapat membantu warga sekolah dalam menghafal surat dalam Juz 30. Dengan begini, lambat laun setiap dari kita akan sadar dan terbiasa tanpa harus diminta untuk tadarus pagi.
Semoga program ini tetap konsisten terlaksana dan memberikan manfaat yang lebih dari sekedar pembiasaan saja. Aamiin.

Character Sura and Baya (Storytelling)
A long time ago in East Java, there were two animals, Sura and Baya. Sura was a shark and Baya was a crocodile. They lived





